Announcement

Sertifikat intensif bahasa bisa di download disini | Pengambilan sertifikat intensif Remidi Gel. 2 sudah bisa di unduh | Untuk pendaftaran online member baru, klik disini

Our Services

News Update

Tes Bahasa Mahasiswa Fak. Tarbiyah & Keguruan

Blokagung - Sabtu (20/11) Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan Bahasa di Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi mengadakan tes bahasa Inggris atau Darussalam English Proficiency Test (DEPT), sementara tes bahasa Arab atau Darussalam Arabic Proficiency Test (DAPT) diadakan Ahad (21/11).

Tes tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai syarat wajib mengikuti program skripsi bagi semester akhir. Adapun tes bahasa Inggris/DEPT diikuti oleh mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris dan sebagian mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI), sedangkan tes bahasa arab/DAPT diikuti oleh mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan juga sebagian mahasiswa MPI sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

Tes yang diadakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa IAIDA tersebut juga sebagai wujud menerapkan tes toefl dan toafl preparation kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruuan IAIDA. Koordinator Pusat Pengembangan Bahasa bidang IT Abdul Basith, M.Pd. mengatakan "teknik pelaksanaan tes DEPT cukup kondusif. Hanya saja ada beberapa kendala yang harus dibenahi, yaitu  kondisi ruang tes yang kurang begitu mendukung akan kegiatan kebahasaan, dan juga terdapat sebagian mahasiswa yang mengikuti tes tersebut, menggunakan laptop dengan speak rendah sehingga sangat lambat sehingga menghambat lancarnya tes bahasa tersebut", tutur beliau disela-sela mengawasi tes tersebut.
Selain itu juga, Koordinator bahasa Arab Nur Maya Badriatul Jamroh, M.Pd. menambahkan "Jika memungkinkan, alangkah baiknya sebelum pelaksanaan tes bahasa, juga diadakan tes simulasi untuk menjawab 140 butir soal dengan memakai laptop mereka, guna mengantisipasi kendala yang ada", tutur beliau. Walaupun masih adanya beberapa kendala teknis, akan tetapi kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan  kantor pusat IAIDA itu, didukung sepenuhnya oleh jajaran rektorat maupun senat. Tes tersebut diikuti sekitar 160-an mahasiswa yang terbagi dalam tiga gelombang pada setiap programnya (bahasa Arab & Inggris). 

Direktur Pusat Pengembangan Bahasa Dewi Khawa, M.Pd. merasa sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik dari pihak Fak. Tarbiyah & Keguruan maupun seluruh jajaran Pusat Pengembangan Bahasa atas kerjasamanya. Beliau juga berharap agar kegiatan tes bahasa DEPT & DAPT dapat memberi kontribusi khususnya dalam bidang pengembangan potensi mahasiswa di bidang kebahasaan. (abd)
Share:

P2B Dampingi Mahasiswa Lomba Bahasa Inggris

Blokagung - Sebagai wujud memaksimalkan kinerja UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Dewi Khawa, M.Pd. selaku direktur UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) melakukan pendampingan kepada sebagian mahasiswa TBIG untuk mengikuti lomba festival bahasa tingkat nasional yang diadakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus pada tahun 2021 ini. 

Para mahasiswa ini, digembleng untuk persiapan mengikuti berbagai cabang lomba yang berbeda-beda. Moch. Hasyim mahasiswa yang duduk di semester lima ini, dipersiapan untuk mengikuti lomba essay dan mampu menyabet juara ketiga. Sedangkan Puji Astutik mahasiswi angkatan tahun 2020 ini beserta sahabatnya Tanadday Lubabah mahasiswi angkatan 2021 mengikuti lomba speech juga menyabet juara ketiga. Mahasiswa lainnya, bernama Dinda Retno Purnomo angkatan 2021 dan Maulida Salsabila angkatan 2019 mengikuti lomba sing a song juga meraih juara ketiga. Danang prayogo Utomo, Wahid Abdul Rozaq, dan Galuh Adji Nur Islam mengikuti perlombaan debate dan menyabet juara tiga murni. Muhammad Libasul Ulum, Muhammad Alfarizi, dan Ahmad Fauzi mengikuti lomba debate juga menyabet juara keempat.
 
Upaya pendampingan kepada pihak prodi dalam bidang kebahasaan ini, terus dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas mahasiswa dan juga instansi. Kedepannya, pihak UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) akan menggandeng Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) untuk membentuk speaking club sebagai wadah bagi mereka para mahasiswa yang memiliki minat serta bakat dalam berbahasa Inggris. (abd)
Share:

PPL Mahasiswa TBIG IAIDA Blokagung di UPT Bahasa

Blokagung - Pada Rabu (06/10) hingga Sabtu (06/11) Program Studi (Prodi) Tadris Bahasa Inggris (TBIG) IAIDA Blokagung menitipkan tiga mahasiswa mereka untuk melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di UPT Pusat Pengembangan Bahasa . Mahasiswa yang mengikuti program tersebut merupakan mereka yang sudah duduk di semester tujuh dan berdomisili di pondok putri Darussalam Blokagung. Mereka terdiri dari Kunti Mahbubah, Mimi Rosyidah, dan Mawahdatu Fitriyani yang kesemuanya mahasiswa semester tujuh.

Selama masa Program PPL tersebut, para praktikan mengajar di kelas intensif bahasa yang materinya disesuaikan dengan kurikulum dan silabus yang ada di UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B). Selain mengajar, para praktikan juga menyambi pembuatan modul bahasa Inggris  yang materinya difokuskan pada speaking skill dengan materi caster ceremony (mc), speech, telling story, sing a song, dan juga debate

Pada saat penutupan, Dewi Khawa, M.Pd. selaku direktur UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) merasa sangat berkesan dengan kehadiran mahasiswa praktikan tersebut, dan beliau juga berharap agar tahun depan kerjasama yang baik ini tetap terus eksis. "Saya pada saat melaksanakan program PPl di P2B ini, menemukan banyak ilmu dan pengalaman yang membuatnya semakin mencintai dunia pendidikan" tutur Yani salah satu praktikan. 
Dia juga merasa telah menemukan referensi baru sebagai calon lulusan prodi Tadris Bahasa Inggris (TBIG), yakni bagi lulusan Tadris Bahasa Inggris (TBIG) tidak melulu menjadi seorang guru tapi juga berpotensi menjadi seorang penerjemah, enterpreneur, pembuat bahan ajar, serta peneliti yang handal. Pada penutupan PPL, Minggu (07/11) para praktikan program PPL memberikan cinderamata berupa buku modul karya mereka kepada UPT Pusat Pengembangan Bahasa yang diwakili oleh Direktur UPT Bahasa IAIDA. 

Wafi Bahrul Ilmi, S.Pd. selaku perwakilan dari kepala program studi (prodi) TBIG, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, MA. yang berhalangan hadir menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak UPT Pusat Pengembangan Bahasa atas bimbingan kepada praktikan dan serta kerja sama yang baik selama berada di Unit Bahasa tersebut. Beliau juga berjanji bahwa program PPL di UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) akan berlangsung secara kontinyu karena dinilai sangat efektif. (abd)
Share:

Pelatihan DEPT dan DAPT Fak. Tarbiyah & Keguruan IAIDA

Blokagung - Senin (15/11) UPT Pusat Pengembangan Bahasa Institut Agama Islam Darissalam (IAIDA) mengadakan pelatihan tes bahasa bagi mahasiswa semester akhir, tes DEPT (Darussalam English Proficiency Test) bagi mahasiswa prodi Tadris Bahasa Inggris, sedangkan DAPT (Darussalam Arabic Proficiency Test) bagi mahasiswa Tadris Bahasa Arab. Sedangkan bagi mahasiswa program studi (prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) bisa memilih salah satu tes tersebut. Pelatihan di hari pertama diisi oleh Dewi Khawa, M.Pd. dengan materi Listening dan Reading, sedangkan pelatihan tes bahasa Arab diampu oleh Abdul Basith, M.Pd. dengan materi Tarokib dimulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB .

Dalam pelatihan ini, mahasiswa FTK dibagi menjadi dua gelombang, mengingat keterbatasan ruangan yang tersedia. Untuk gelombang pertama dilaksanakan Senin (15/11) hingga Selasa (16/11) bagi mahasiswa putri. Sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan Rabu (17/11) hingga Kamis (18/11) bagi mahasiswa putra.

Pelatihan yang sedianya dilakukan di aula Al Haromain lantai 2 dan ruang pertemuan IAIDA berjalan kondusif. Program ini juga didampingi oleh Maya Badriatul Jumroh, M.Pd. sebagai koordinator bahasa Arab pada  UPT Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) IAIDA, "Mahasiswa sangat antusias sekali dengan pelatihan ini, mengingat ini adalah pertama kali di kampus IAIDA" ucap orang yang akrab dipanggil bu Maya itu.

Puncak dari pelatihan tes bahasa ini adalah diperbolehkannya mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) untuk mengikuti program skripsi karena menjadi syarat wajib selain sertifikat Intensif Bahasa yang sudah diadakan pada awal semester. (abd)
Share:

INTENSIF BAHASA KEMBALI AKTIF

 

Blokagung : Kegiatan pembelajaran intensif bahasa bahasa Arab dan bahasa Inggris Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung kembali dimulai seiring dengan masuknya perkuliahan semester ganjil (18/9). Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Pusat Pengembangan Bahasa ini, merupakan program yang dijadikan syarat bisa mengikuti program KKN dengan dibuktikan dengan sertifikat kelulusan intensif bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Selain itu program ini juga menunjang kreativitas mahasiswa dalam meningkatkan skill bahasa asing.

Program yang dicetuskan pada tahun 2017 pada pembelajaran ini akan membuka program TOELF dan TOAFL bagi mahasiswa jurusan bahasa yang akan mengikuti program skripsi. Program ini akan dimulai bulan November mendatang.

Program intensif bahasa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena pada tahun ini kegiatan dilakukan di jam perkuliahan dengan mengambil kelas yang kosong.  Seperti semester sebelumnya, program intensif dibagi menjadi 2 yakni program intensif bahasa arab untuk fakultas FEBI dan FDKI yang langsung ditutori oleh Ust. Arifin dan Ust. Faisal dari dalwa, ust. Ulul dan Ust. Yusuf , dan program intensif bahasa inggris untuk fakultas FTK yang langsung ditutori oleh Mr. Galuh, Ms. Hawa, Ms. Ayla.*(abd)





Share:

Hakikat Merdeka


Merdeka, yang telah digaungkan di mana mana hari ini mungkin akan mengusung kebahagiaan terhadap mayoritas manusia di bumi indonesia.

Tapi dengan diriku,

Aku termenung... Sudahkah aku merdeka?aku masih teringat betul bagaimana ibuku, abahku memaksaku berangkat ke pesantren yang sebenarnya tak aku impikan sama sekali...

Aku ingin menikmati duniaku, bersama teman teman yang kini mungkin sedang asyik berjibaku dengan deretan rumus rumus kimia, dan itu menurutku mengasyikkan.

Aku tergugu,

Mengapa tega mereka melemparkan aku ke dunia yang aku sendiri tak nyaman. Di sini semua serba ada aturan, mematikan kreasi bahkan mengubur anganku menjadi kimiawan sejati.

Ah, entahlah...

Kini sederet kitab kitab besar yang menjadi santapan pagi, sian…

Salahkah jika aku ingin mengabdikan diriku sebagai kimiawan? Cita cita yang terpatri sejak aku mencintai deretan rumus asam dan basa.

Bahagiaku, ketika memakai jas putih kebesaran dengan mikroskop di tangan.

Inginku memeluk buku buku jabir ibnu hayyan, atau antoine lavoisier atau john dalton menjelang lelap tapi nyatanya yang kudekap buku saku mungil alfiyah ibn malik yang menghantuiku karena harus hafal, jika tidak maka aku tak naik kelas. Huh, membosankan...

Aku termenung,

Tadi pagi aku ketika ada jadwal pengajian pengasuh, ada satu wejangan yang sempat aku catat. Bahwa, "Barang siapa yang allah menghendaki dirinya dengan kebaikan, maka dia akan memandaikan dia dalam hal agama".

Tak dapat kunafikan itu karena itu adalah hadits.

Tapi kembali lagi dengan anganku. Apakah ini yang diingankan kedua orangtuaku?

Kemarin, ketika ibu telfon, beliau bilang aku harus mencoba satu tahun saja di sini, setelah itu terserah aku mau ke mana, aku tau kalimat itu ibu sampaikan hanya untuk menghiburku.

Dulu,

Ketika aku mengenyam jenjang Tsanawiyyah ibu juga berpesan yang sama. Di tahun pertama ibu bilang, dicoba dulu satu tahun, tahun kedua bilang lagi, dicoba dulu satu tahun. Hingga aku lulus dan terlempar di pesantren ini.

Pun abahku,

Yang menurutku sama saja. Keras sekali didikannya. Hingga pernah beliau memberi aku pilihan, sekolah tapi harus kerja sendiri, atau sekolah dan mondok abah ibu masih mau biayai.

Mereka berdua ini kompak sekali, menekan psikisku hanya demi ambisi. Tanpa mau mendengarkan alasanku kenapa aku tak mau masuk pesantren.

Tapi sekarang,

2021 Allah menjawab dengan indah...

Wabah ini,

Menyadarkanku. Betapa pendidikan yang telah kulewati selama di pesantren sangat berarti.

Ya, aku mengenal murabbi ruh ku semakin dekat tanpa daring, aku mencintai guru guruku dengan hormat tanpa mengabaikan tugas tugasnya. Menyaksikan tatapan mata mereka yang ikhlas mendamaikanku, menjawab setiap keluh kesahku dan ternyata ilmu allah sangat luas.

Aku tak tau,

Apakah teman-temanku di luar sana bisa mengendalikan masa nya, masa masa remaja nan indah, ketika tak ada kegiatan sekolah.

Hanya daring yang bisa dilakukan di rumah, lewat jejaring, bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka langsung.

Beberapa temanku berbagi kabar mereka limbung, tak kuat dengan keadaan. Ada yang putus sekolah, ada yang mengakhirinya dengan menikah, ya karena pergaulan yang tak terbatas. Bahkan ada yang bunuh diri karena terjerat kasus narkotika.

Aku mulai ngeri,

Pernah juga kubaca kalam sayyidina ali bin abi thalib bahwa pendidikan anak usia baligh hingga dewasa adalah pendidikan layaknya budak.

Budak yang terkekang oleh tuannya, dibatasi dengan segala aturannya,

Kini aku tau,

Anak seusiaku memang harus dibelenggu, dibelenggu dengan kemandirian dan pilihan hidup,

Kini aku tau,

Pesantren adalah tempat tebaikku, mengasah asa di tempat mulia. Cita citaku memang tetap menjadi kimiawan, tapi inginku menjadi pribadi yang baik dan tau hak hak hamba pada Tuhan maupun sesama.

Ya rabb,

Terimakasih...

Kau anugerahkan orangtua yang cintanya tak tebatas,

Kau karuniakan kesempatan dan kesehatan hingga aku bisa berproses di pesantren.

Aku tau, inilah hakikat merdeka bagiku,

Aku dapat hak pendidikan, hak hidup tenang, hak kebahagiaan dan hak bergauk dengan teman-teman tanpa takut terperangkap dalam tipu daya syetan.

By : Nurmaya Badriyatul Jamroh, M.Pd.*

Share:

Goes To Community 2020

Blokagung- Seperti diketahui bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa merupakan lembaga khusus yang menangani bidang kebahasaan di Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA). Bahasa yang dikembangkan adalah bahasa Inggris dan bahasa arab. Selain itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa IAIDA memiliki program pengabdian kepada masyarakat yang dinamakan UPT Bahasa goes to community . Selain itu, UPT Bahasa juga mempunyai tutor yang bertugas untuk menyampaikan materi kepada mahasiswa dan peserta kegiatan. Program tersebut dimaksudkan untuk meng-upgrade kemampuan tutor dalam mengajar dan memperluas jaringan UPT Bahasa diluar kampus. Kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi Inggris dan sesi Arab. Pada pelaksanaannya, UPT Bahasa goes to community melibatkan peserta untuk mengenal dan mengaplikasikan bahasa Inggris atau bahasa Arab dalam satu  hari penuh.

Sasaran pertama dari UPT Bahasa goes to community adalah anak-anak dan dewasa yang bernaung dalam sebuah komunitas, seperti sekolahan, karang taruna, dan organisasi. Peserta akan mendapatkan materi kebahasaan sesuai dengan level kebutuhan mereka terhadap bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, (20/12/2020) yang bertempat di Pondok Pesantren Darussalam kanak-kanak Bayur, Barurejo, Siliragung, Banyuwangi. Acara dimulia dengan introductions (perkenalan) yang dilanjutkan dengan pembagian kelas. Kegiatan tersebut disambut meriah oleh santri-santri yang mondok dikarenakan dapat menambah wawasan kebahasaan mereka. Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama pengasuh KH. Ahmad Mubasyir Syafa'at, S.Pd.

Program goes to community juga merupakan wadah sosialisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa IAIDA. Dengan adanya program tersebut, diharapkan banyak komunitas-komunitas yang dapat dijamah secara langsung oleh UPT Bahasa IAIDA. (abd)

Share:

Popular Posts

Total Pengunjung